Hello.. Hm, so me and my classmates just finished our last study research in Bandung (once again). Like i've ever said before, its okay with Bogor or Bandung, as long as we're together, everything will be fine.
Kami pergi ke UI, FK dan FE to be specific. Disana seru sekali, ga seru-seru banget sih, tapi seru aja. Ngelihat kakak-kakak mahasiswa lagi ujian praktik ngebedah cadaver. Gue sungguhan lihat loh.... Dan begitu masuk ke ruangannya, to be honest, bener-bener kayak waktu berhenti gitu aja ngeliat semua kakak mahasiswa yang masing-masing megang satu cadaver. Sooner or later, if i really get into medical faculty, i will face those things.....
I swear, i really really want to be one of them. One of medical faculty's student.
4 jam hijrah di FKUI, sungguhan membuat gue termenung dan memikirkan banyak hal. Mind blows. Andri nanya begitu masuk ruang anatomi, "gimana? mau menyerah?" He knew, gue udah pucat sekali di dalam sana ngelihat semua organ dan bayi-bayi kering di dalam tabung. I proudly answer, "anak kecil tidak takut."
Dan, setelah itu kami di FE Depok. Aku bertemu Jason. Apa ini keajaiban????????? Entahlah ini Jason keberapa, tapi dia memenuhi segala kriteria Jason...hm at least, two of the terms and conditions. Lucu dan pastinya, dia pintar. Di FEUI.
Hari kedua, sayang sekali dari FE ngga langsung ke Bandung, ya akhirnya hari kedua kami ke ITB. Hampir setengah dikelas ingin sekali jadi mahasiswa ITB. Guys, i know you can.
Disana kami ke FTTM dan SAPPK. Gue tidak tau mana yang lebih menarik, tapi sepertinya di SAPPK lebih oke, karena disana diajak berputar-putar ngelihat tugas-tugas kakak mahasiswa. Maket dan semacamnya. Dan itu menyenangkan.
Katanya, arsitek itu gak boleh loh bikin rumah yang membelakangi jalan. Atau bikin taman diantara rumah-rumah, karena akan berakhir jadi rumah juga. Walaupun disana sangat biasa, at least aku mengingat dua hal dari kunjunganku. Hihihihi
By the way, gue tidak pernah mengingat bahwa gue udah 17 tahun.... Gue belum bikin KTP.
Dan lagian, sepertinya mereka selalu menganggap gue 13 tahun...... Mereka selalu semena-mena ke gue..... Seperti waktu kami jalan-jalan di ciwalk, lagi nunggu bus di lobby dan tiba-tiba Ivan menyergap dari belakang... I got my scurvy bleed, and started to cry.. Bukannya cengeng, itu bener-bener sakit. Two weeks scurvy, sariawanku udah berumur 2 minggu dan itu sakit sekali.
Tiba-tiba dia ngebawa gitu aja gue, "Ayo beli es krim. Ayo dong jangan nangis... Maaf yaaaa, gue lupa." Dan gue dibeliin frozen yogurt. Diskon sesuai umur. Coba kalo gue bilang gue umur 50 tahun, pastinya akan setengah harga....Sayang sekali.
Hari terakhir.....................................aku tak mengerti kunjunganku. Kami praktik di FTTM dan mencoba mengukur sesuatu, kedalaman air atau semacamnya, tapi itu sungguhan bikin bosan. Alhasil, jadi banyak foto-foto dihasilkan.
Jam 5 kami berangkat untuk balik ke Jakarta, to be honest, i miss our second study research. That was the best trip i've ever got with them. We just complete and we were 24. Complete.
Sampai akhirnya cowok-cowok sinting di belakang melakukan hal-hal brilian seperti ini............
Mereka memang ajaib. Demi apapun, gue sayang mereka walaupun kayak begini. HAHAHAHA.






0 Wish(es):
Post a Comment